Tarif Penerbitan STNK dan BPKB Naik

 Grass,  10-01-2017 06:31:19

  

stnk

GRASSFM TARAKAN, Tarakan – Tarif pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) naik dua kali lipat , Terhitung sejak Januari 2017  .

Wakapolres Tarakan Kompol Riski Fara Shandy mengatakan,  Penerimaan Negara Bukan Pajak ini  penyesuaian tarifnya  mulai diberlakukan sejak 6 Januari 2017. Selain itu juga Ada ketentuan baru , misalnya untuk Surat Izin Mengemudi (SIM) , ada golongan C1 untuk motor dibawah 250 cc, C2 diatas 250 cc dan C3 untuk motor diatas 500 cc  dan ketentuan lainnya sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 tahun 2016 sebagai pengganti PP No. 50 tahun 2010. Yang Artinya, PP sebelumnya dianggap sudah tidak berlaku lagi sejak PP yang baru terbit.

Wakapolres mengungkapkan, Rincian kenaikan di sektor penerimaan dari STNK roda 2, STNK roda 3 yang awalnya Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu. Kemudian STNK roda 4 yang awalnya Rp 75 ribu menjadi Rp 200 ribu, pengesahan STNK jika sebelumnya tidak ada, maka  sejak tahun ini akan dibebankan biaya.

Dalam waktu dekat, Pihaknya akan segera melakukan sosialisasi , mengenai berapa kenaikan tarifnya. Kalau normal sesuai aturan ,  tarifnya sesuai dengan yang disebutkan dalam PP No. 60 tahun 2016 itu. Hanya saja kadang masyarakat tidak mau direpotkan antri atau bolak balik, padahal kata wakapolres , yang dilayani itu  banyak  dan tidak bisa langsung selesai.

Wakapolres menghimbau masyarakat tetap mengikuti prosedur yang ada dan tidak menggunakan jasa calo untuk setiap pengurusan surat-surat kelengkapan kendaraan bermotor. Hal Ini , kata wakapolres juga untuk menghindari pungli , makanya diupayakan semua menggunakan sistem online.

Wakapolres menambahkan, Saat melakukan penindakan kendaraan bermotor yang menyalahi aturan, dirinya  masih menemukan ada masyarakat yang malah menitipkan sidang dan membayar dengan denda tertinggi.

 “Makanya sekarang juga tidak ada sistem titip sidang, kalau titip berarti pelanggar menitipkan sejumlah biaya sesuai dengan pasal yang dikenakan, tapi kalau ternyata putusan dendanya dibawah pasal yang ditentukan dikembalikan dan uangnya ada di BRI, bisa diambil sisanya,” jelasnya.

Namun, karena ada proses yang panjang dan masyarakat tidak mau direpotkan mengambil uang sisanya di BRI akhirnya berasumsi uang tersebut masuk ke kantong polisi. Jadi, kalau sudah diberlakukan e-tilang ini tidak ada lagi uang yang dititipkan ke polisi atau calo , tetapi pelanggar harus bayar di Bank. Di Tarakan memang belum sepenuhnya diterapkan sistem e-tilang, tetapi untuk balap liar sudah kita berlakukan memberikan blanko biru jadi denda harus dibayar ke Bank sesuai dengan pasal yang dituntutkan 3 juta rupiah.*(Ilm/prass).

 игры планшетqlikview publisherMFX отзывноутбук лучшийноутбук планшет топодинооо полигонtopodin ru topodinchinese translation agencytranslation services industryинтернет продвижение компаниибренды игрушекDark Chocolates интернет магазинпроверить позиции в googleстоимость укладки фанеры на лагиполигон отзывыноутбуки acer купитьddos атакойгугл россия

Tags:

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN